LOMBOKUPDATE.COM – Akses utama menuju Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengolahan Sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) milik Pemerintah Provinsi NTB di Sekotong, Lombok Barat, dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat cuaca ekstrem. Jalan penghubung antara Dusun Lemer dan Dusun Koal mengalami pengikisan dan ambles, sehingga tidak lagi dapat dilalui kendaraan roda empat. Kerusakan ini terjadi saat wilayah Sekotong masih berstatus siaga darurat.
Camat Sekotong, Andi Purnawan, membenarkan kondisi tersebut. Ia menjelaskan bahwa ruas jalan yang terdampak merupakan jalan provinsi yang menjadi akses menuju fasilitas insinerator limbah medis. “Itu merupakan jalan provinsi dari Dusun Lemer ke Dusun Koal yang mengarah ke UPT Pengolahan Sampah B3 milik Pemprov NTB,” kata Andi saat dikonfirmasi, Jumat (23/01/2026).
Amblesnya badan jalan berdampak langsung pada terhentinya pengiriman limbah medis ke lokasi pengolahan. “Untuk sementara waktu, kendaraan pengangkut sampah B3 belum bisa masuk ke lokasi pengolahan,” jelasnya.
Kerusakan serupa juga ditemukan di kawasan Batubong. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan badan jalan utama di wilayah tersebut ikut ambles, sehingga menyulitkan kendaraan bertonase besar untuk melintas menuju Sekotong. Padahal, jalur ini memiliki peran penting dalam menunjang distribusi logistik dan aktivitas warga.
Kepala Desa Buwun Mas, Rochidi, menilai kerusakan di Batubong sudah tidak memungkinkan ditangani dengan metode perbaikan darurat. Ia menyebut kondisi tanah yang tidak stabil membuat upaya penambalan maupun pemasangan karung pasir menjadi tidak efektif.
“Saya sudah mengusulkan agar badan jalan yang lama tidak lagi digunakan. Lebih baik membuka jalur baru dengan sedikit memotong tebing supaya didapatkan struktur jalan yang lebih kuat,” ungkapnya.
Rochidi juga mengungkapkan adanya retakan tanah yang menjalar hingga ke jalur menuju insinerator limbah B3, yang dinilai berbahaya bagi kendaraan berat. Menurutnya, kondisi di lapangan jauh lebih mengkhawatirkan dari yang tampak di permukaan. “Bukan sekadar retak, kondisinya sudah cukup parah. Saya sempat naik kemarin sore dan memang terlihat sangat berbahaya,” ujarnya.
Meski demikian, kendaraan roda empat masih dapat melintas secara terbatas di jalur Batubong. Namun, ia mengimbau para pengguna jalan agar tetap meningkatkan kewaspadaan. “Untuk sementara masih bisa dilewati, saya sendiri tadi lewat menggunakan mobil. Tapi harus ekstra hati-hati karena tanahnya sudah mengalami ambles,” pungkasnya.


















Komentar