LOMBOKUPDATE.COM – Seorang tenaga kesehatan muda di India dilaporkan meninggal dunia setelah terinfeksi virus Nipah. Perempuan berusia 25 tahun tersebut merupakan satu dari dua kasus yang terkonfirmasi di wilayah India bagian timur. Ia diduga tertular virus yang ditularkan kelelawar saat menjalani perawatan di rumah sakit.
Sekretaris kesehatan setempat, Narayan Swaroop Nigam, menyatakan korban yang sempat berada dalam kondisi kritis akhirnya meninggal akibat serangan jantung.
Kejadian ini terjadi hanya beberapa hari setelah seorang perempuan di Bangladesh juga dilaporkan meninggal karena infeksi serupa.
Sejak awal Januari, perawat tersebut telah menggunakan alat bantu pernapasan. Kondisinya terus memburuk hingga mengalami gagal organ multipel sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Multiple Organ Failure (MOF) atau Multiple Organ Dysfunction Syndrome (MODS) merupakan kondisi akut dan berat ketika dua atau lebih organ vital berhenti berfungsi. Situasi ini membuat tubuh tidak mampu bertahan tanpa dukungan alat penunjang kehidupan.
Korban dan seorang perawat pria berusia 27 tahun dari rumah sakit yang sama di Bengal Barat pertama kali mengalami demam pada Desember 2025. Gejala mereka kemudian berkembang cepat menjadi kejang, sakit kepala hebat, serta penurunan kesadaran sebelum dirawat di unit perawatan intensif. Perawat pria tersebut dilaporkan berhasil pulih dan telah diperbolehkan pulang.
Virus Nipah memiliki tingkat kematian yang diperkirakan mencapai 40 hingga 75 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan COVID-19. Meski demikian, para ahli menilai potensi virus ini memicu keadaan darurat kesehatan global relatif kecil.
Pakar penyakit menular dari University of East Anglia, Profesor Paul Hunter, menjelaskan bahwa meskipun infeksi Nipah tergolong serius, risiko penyebaran global dinilai rendah karena penularan antarmanusia terbatas.
Menurutnya, angka reproduksi dasar (R0) virus ini berada di bawah 1,0. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan karena kemungkinan mutasi dapat meningkatkan kemampuan penularan. Selain itu, masa inkubasi yang cukup panjang membuat deteksi di perbatasan menjadi lebih sulit.













Komentar