LOMBOKUPDATE.COM – Masih adanya wilayah yang kesulitan akses jaringan telekomunikasi menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Berdasarkan hasil pemetaan hingga Maret 2025, tercatat sebanyak 33 titik blankspot dan 124 titik lemah sinyal tersebar di sejumlah kabupaten.
Isu tersebut menjadi pokok bahasan dalam Rapat Koordinasi Penanganan Daerah Blankspot dan Lemah Sinyal, yang digelar di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB, Senin (15/10).
Kepala Dinas Kominfotik NTB, Yusron Hadi, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperluas konektivitas digital, terutama di kawasan padat penduduk dan wilayah dengan potensi ekonomi tinggi.
“Pemerataan akses internet adalah kebutuhan dasar. Tidak boleh ada desa yang tertinggal hanya karena persoalan sinyal,” tegasnya.
Dari data yang dipaparkan, Kabupaten Dompu dan Bima tercatat sebagai daerah dengan jumlah titik blankspot terbanyak, masing-masing sembilan lokasi. Disusul Lombok Utara tujuh titik dan Sumbawa lima titik.
Pihak BAKTI Kominfo menyebutkan bahwa sejak 2016 telah dibangun lebih dari 100 menara BTS di NTB, dan tahun 2025 ditargetkan penambahan 13 titik baru beserta peningkatan jaringan 4G melalui pemasangan fiber optik di sejumlah lokasi prioritas, terutama Bima dan Dompu.
Sejumlah daerah seperti Paremas, Toyang, dan Lenek Buren di Lombok Timur serta Taman Langit dan Lingsar di Lombok Barat dilaporkan masih kesulitan mendapatkan sinyal stabil. Pemerintah daerah pun diminta memperkuat sinergi dengan operator seluler dan BAKTI agar pembangunan infrastruktur digital lebih merata dan tepat sasaran.
Rapat koordinasi tersebut menjadi langkah strategis dalam penyusunan kebijakan konektivitas digital NTB, sebagai upaya menuju provinsi yang inklusif dan terkoneksi penuh hingga pelosok desa.














Komentar