
Presiden Donald Trump dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dilaporkan mencapai kesepahaman untuk mendorong pembatasan ekspor minyak Iran ke China. Kesepakatan tersebut disebut muncul dalam pertemuan kedua pemimpin di Gedung Putih pada Rabu (11/2).
Mengutip laporan Reuters, seorang pejabat senior Amerika Serikat menyatakan langkah ini merupakan bagian dari strategi “tekanan maksimal” Washington terhadap Teheran.

Ia menegaskan kedua pihak sepakat menggunakan seluruh instrumen tekanan, termasuk menargetkan penjualan minyak Iran ke China.
Pemerintah China menanggapi laporan tersebut dengan menekankan bahwa kerja sama perdagangan antarnegara adalah praktik yang sah. Kementerian Luar Negeri China menyatakan aktivitas ekonomi yang dilakukan dalam kerangka hukum internasional harus dihormati serta dilindungi.
Saat ini China menjadi pasar utama minyak Iran dengan menyerap lebih dari 80 persen ekspor negara tersebut. Pengurangan arus perdagangan diperkirakan dapat berdampak besar terhadap pendapatan minyak Teheran.
Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, diplomat Amerika Serikat dan Iran pekan lalu juga menggelar pembicaraan tidak langsung mengenai program nuklir Iran melalui mediator Oman.
Upaya diplomatik itu berlangsung setelah Washington menempatkan armada angkatan laut di kawasan tersebut, sementara militer AS dilaporkan bersiap menghadapi kemungkinan operasi berkelanjutan selama beberapa minggu terhadap Iran.

















Komentar