oleh

Besok, Kemenag Gelar Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadan 1447 H

banner 468x60

LOMBOKUPDATE.COM – Umat Islam di Indonesia kini tengah berada di ambang penentuan awal bulan suci Ramadan 1447 H. Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) dijadwalkan akan menggelar Sidang Isbat pada Selasa, 17 Februari 2026, guna menentukan secara resmi kapan ibadah puasa tahun ini dimulai.

Sidang Isbat bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya Kemenag untuk memberikan kepastian hukum (itsbat) yang komprehensif bagi umat. Forum ini akan mengolaborasi dua pendekatan utama dalam astronomi Islam:

  1. Metode Hisab: Perhitungan matematis dan astronomis mengenai posisi bulan.

  2. Metode Rukyat: Verifikasi faktual melalui pemantauan hilal secara langsung di lapangan.

Tahun ini, Kemenag telah menyiagakan tim pemantau di 96 titik strategis yang tersebar di seluruh pelosok nusantara, mulai dari ujung barat Sumatera hingga timur Papua.

Salah satu titik pengamatan krusial berada di Nusa Tenggara Barat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid telah menyiapkan personel untuk melakukan rukyatul hilal di Pusat Observasi Bulan (POB) Desa Teniga, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara.

Berdasarkan prakiraan astronomis BMKG, kondisi hilal pada Selasa sore (17/02) pukul 17.00 WITA diprediksi sebagai berikut:

  • Tinggi Hilal: -1,268 derajat (berada di bawah ufuk).

  • Elongasi: 1,208 derajat.

Data ini menjadi catatan penting mengingat pemerintah Indonesia kini menerapkan kriteria baru yang disepakati oleh Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS). Dalam kriteria tersebut, hilal dianggap memenuhi syarat jika mencapai tinggi minimal 3 derajat dengan sudut elongasi minimal 6,4 derajat.

Melihat parameter di POB Lombok Utara yang masih di bawah standar MABIMS, kemungkinan besar hilal tidak akan tertangkap oleh mata telanjang maupun alat optik di titik tersebut. Namun, Kemenag menegaskan bahwa keputusan akhir tetap menunggu hasil laporan dari 95 titik lainnya di seluruh Indonesia.

Secara teknis, terdapat dua kemungkinan hasil sidang:

  • Jika ada laporan valid mengenai terlihatnya hilal dari titik manapun, maka 1 Ramadan 1447 H kemungkinan besar jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

  • Jika tidak ada satu pun titik yang berhasil melihat hilal, maka bulan Syaban akan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal), sehingga awal Ramadan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Berbeda dengan skema pemerintah yang menunggu hasil rukyat, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Keputusan ini diambil berdasarkan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal. Dalam metode ini, syarat dimulainya bulan baru adalah telah terjadinya konjungsi (ijtimak) dan posisi bulan sudah berada di atas ufuk saat matahari terbenam, tanpa memandang berapa pun derajat ketinggiannya atau apakah bulan tersebut dapat dilihat secara fisik atau tidak.

Tujuan Sidang Isbat

Kemenag menegaskan bahwa tujuan utama dari rangkaian Sidang Isbat ini adalah untuk menyatukan umat dalam satu ritme ibadah yang mantap dan tenang. Dengan adanya dasar hukum yang kuat dari hasil sidang, masyarakat diharapkan dapat memulai ibadah puasa dengan penuh kekhusyukan tanpa adanya keraguan.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *