LOMBOKUPDATE.COM – Pondok Pesantren Khusus Putra Al-Halimy, Desa Sesela, Kecamatan Gunungsari, kembali membuktikan eksistensinya dalam mencetak kader ulama masa depan. Pada Sabtu (14/2/2026), sebanyak 53 santri mengikuti prosesi wisuda kelulusan yang berlangsung khidmat.
Acara yang bertajuk “Khotmuttamam” ini menjadi momentum spesial bagi para santri untuk menerima ijazah langsung dari pimpinan pondok pesantren, TGH. Munajib Khalid.
Bukan sekadar wisuda biasa, para santri yang lulus tahun ini menunjukkan kualitas akademik dan spiritual yang mumpuni. Pihak pesantren mencatat prestasi gemilang dalam bidang hafalan kitab dan hadis.

“Alhamdulillah, tahun ini kami meluluskan 53 santri. Mereka bukan hanya hafal kitab, tapi juga memiliki kekuatan hafalan hadis yang luar biasa. Ada yang sudah menuntaskan 1.000 hadis dan ada juga yang 900 hadis,” ujar perwakilan pondok pesantren.
Pencapaian ini menempatkan santri Ponpes Al-Halimy sebagai deretan generasi emas yang siap terjun ke masyarakat dengan bekal literatur Islam yang kuat.
“Khotmuttamam sebagai Lambang Ihtirom Santri kepada Masyaikh dan Tanda Sayang Masyaikh kepada Santri”. Kalimat ini menegaskan bahwa prosesi ini merupakan bentuk penghormatan tinggi santri kepada guru, sekaligus wujud kasih sayang guru yang telah tuntas membimbing murid-muridnya.
TGH. Munajib Khalid dalam prosesi penyerahan ijazah menyampaikan rasa bangganya atas ketekunan para santri. Beliau berharap ilmu yang didapat menjadi berkah dan bermanfaat bagi umat.
Keberhasilan 53 santri ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pemuda lainnya di Kabupaten Lombok Barat. Ponpes Al-Halimy terus berkomitmen untuk mempertahankan tradisi keilmuan Islami di tengah gempuran modernisasi.
Dengan lahirnya para penghafal hadis ini, Desa Sesela melalui Ponpes Al-Halimy semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pusat pencetak generasi emas di wilayah Kecamatan Gunungsari. (Red.Hd)













Komentar