oleh

KADES SIAP SUKSESKAN ZERO SURVEI HEPATITIS B: PERKUAT EDUKASI, CEGAH SEJAK DINI, LINDUNGI GENERASI MASA DEPAN

banner 468x60

LOMBOK BARAT, 25 SEPTEMBER 2026 — Pemerintah desa di Kabupaten Lombok Barat menyatakan kesiapan mendukung dan menyukseskan kegiatan Zero Survei Hepatitis B pada anak usia 13–59 bulan. Dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah desa dalam memperkuat langkah preventif, meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, serta melindungi generasi masa depan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan sosialisasi Zero Survei Hepatitis B melalui skema riset Scalable Public Health Empowerment, Research, and Education Sites (SPHERES), yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Lombok Barat secara daring melalui Zoom Meeting, Jumat (25/9/2026).

Dalam forum tersebut, Sahril, S.H. menyampaikan empat pertanyaan penting terkait metode pemilihan sampel dan prosedur pemeriksaan anak, tindak lanjut hasil pemeriksaan, perlindungan data pribadi, serta tanggung jawab pemerintah desa dalam mendukung pelaksanaan kegiatan.

Pihak narasumber menyampaikan bahwa penjelasan lebih lanjut mengenai tujuan dan teknis pelaksanaan kegiatan akan ditindaklanjuti melalui surat pemberitahuan resmi yang nantinya disampaikan kepada masing-masing kecamatan atau kepala puskesmas yang membawahi 60 desa terpilih sebagai lokasi sampling.

KADES SIAP MENJADI MITRA STRATEGIS DALAM LANGKAH PREVENTIF

Pemerintah desa memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan kegiatan kesehatan masyarakat. Melalui koordinasi dengan puskesmas, kader posyandu, dan masyarakat, pemerintah desa siap membantu menyosialisasikan kegiatan Zero Survei Hepatitis B dengan pendekatan yang edukatif, bijaksana, dan mengedepankan kepentingan kesehatan anak.

Dukungan tersebut diharapkan tidak hanya berorientasi pada kelancaran kegiatan penelitian, tetapi juga mampu meningkatkan kesadaran keluarga tentang pentingnya pencegahan Hepatitis B sejak dini, pemanfaatan pelayanan kesehatan, serta pemenuhan imunisasi anak sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Edukasi kepada masyarakat harus dilakukan secara santun dan transparan. Orang tua perlu memperoleh informasi yang cukup mengenai tujuan, prosedur, manfaat, dan risiko kegiatan sebelum memutuskan keikutsertaan anaknya. Perlindungan hak anak serta kerahasiaan data kesehatan juga harus menjadi perhatian utama seluruh pihak yang terlibat.

EMPAT PERTANYAAN STRATEGIS DALAM SOSIALISASI

Dalam kegiatan tersebut, Sahril menyampaikan empat pertanyaan sebagai upaya memperoleh kejelasan mengenai pelaksanaan Zero Survei Hepatitis B:

1. Bagaimana metode pemilihan sampel dan prosedur pemeriksaan anak, termasuk jumlah anak yang menjadi sampel di setiap desa serta mekanisme pengambilan sampel?

2. Bagaimana tindak lanjut apabila ditemukan indikasi infeksi Hepatitis B, termasuk pemberitahuan hasil kepada orang tua dan pelayanan kesehatan lanjutan?

3. Bagaimana perlindungan data pribadi dan kerahasiaan hasil pemeriksaan anak selama proses penelitian?

4. Apa tanggung jawab pemerintah desa dan dukungan penyelenggara dalam pelaksanaan kegiatan di 60 desa terpilih?

Menanggapi pertanyaan tersebut, narasumber menyampaikan bahwa penjelasan teknis akan ditindaklanjuti melalui surat resmi kepada masing-masing kecamatan atau kepala puskesmas terkait.

EDUKASI, KOORDINASI, DAN KEPEDULIAN UNTUK GENERASI SEHAT

Pencegahan penyakit membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat. Pemerintah desa siap mengambil bagian melalui penguatan edukasi keluarga, optimalisasi peran kader kesehatan, koordinasi dengan puskesmas, serta penyampaian informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Melalui pendekatan tersebut, kegiatan Zero Survei Hepatitis B diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan anak dan langkah-langkah preventif yang dapat dilakukan sejak dini.

MELINDUNGI ANAK ADALAH TANGGUNG JAWAB BERSAMA. Dengan edukasi yang bijak, koordinasi yang kuat, dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, pemerintah desa siap berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan Zero Survei Hepatitis B demi mewujudkan generasi Lombok Barat yang lebih sehat dan berkualitas.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *